Sebenernya postingan ini udah lama mau di tulis di blog, meskipun tersirat juga pengen naek cetak *hayah bahasanya* eh kebetulan *baca: ketularan* buka blognya ibu capcay eh nemu cerita beliau pada saat diklat juga eh dia malah nantangin untuk laporan dari institusi saya seperti apa, yasudah here we gow beibeh
Oke cerita latar belakang dulu ya, kenapa harus ikutan diklat prajabatan, intinya sih ini salah satu syarat CPNS (calon pegawai Plat Merah) untuk bisa menjadi 100% istilahnya full PNS dan menghilangkan kata “C” nah salah satu syaratnya harus ikut Diklat Prajabatan dan lulus. karena Kementrian saya punya sarana dan prasarananya jadi bisa mengadakan sendiri tentunya, bertempat di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) di Ciawi Kab Bogor, dengan jangka waktu 24 hari untuk golongan III.
Buset 24 hari itu sama aja dengan 3 minggu, dan kita akan berada di asrama dengan segala aturannya, waktu itu sih berlangsung dari tgl 25 Juli ampe 17 Agustus 2011, ya bertepatan dengan bulan Ramadhan pada saat bulan Agustus. Denger cerita dari senior-senior kantor katanya ketat penuh aturan pake seragam trus kepala botak, HAH !! botak, iya botak plontos kayak TNI, hmm mengingatkan saya ketika OSPEK Universitas dan itulah terakhir kali saya botak dan tentu saja waktu bayi *ya iyalaaah* dan juga Prajabatn ini sering dijadikan ajang aji mumpung yang kebetulan belum mendapatkan pasangan, katanya akan selalu ada yang bakal dapet jodoh di Prajabatan *sayangnya saya engga
(* *teuteup Curhatz*
Berangkat ke ciawi pake sepeda motor cuma 1 jam dari kantor saya yang memang berada diantara kota Bogor-Sukabumi, menggotong tas besar dan sebuah tas gendong, dengan keadaan sudah botak plontos, tetapi setelah registrasi awal, ternyata rambut saya masih kurang plontos, WHAAAAATT, memang sih saya cukur hari Jumat Sore, dan acara pembukaan hari senin, tapi kan pertumbuhan rambut tidak secepat pertumbuhan toge yang cukup dikasih air tiap hari juga langsung tumbuh dari kacang ijo, apa lacur nasip mau dikata maka dicukurlah lagi saya di sana.
Kegiatan harian Prajabatan sebenernya sederhana, kalo mau dibikin diagram flow kayak ginih :
Sebelum Bulan Ramadhan : Bangun pagi – sholat shubuh berjamaah – olahraga pagi (Lari+Senam) – mandi – makan Pagi – apel pagi – materi di kelas – coffe break – materi di kelas – istirahat+makan siang – materi di kelas – coffe break – materi di kelas – makan malam – acara kelompok – apel malam. dengan kegiatan dimulai pukul 4 pagi dan selesai kira-kira jam 11 malem
Selama Bulan Ramadhan : Bangun pagi+sahur – sholat shubuh berjamaah – olahraga pagi Lari+Senam (tetep ada) – mandi – apel pagi – materi di kelas – break (kadang dilewat oleh widyaiswara) – materi di kelas – istirahat siang – materi di kelas – break (kadang dilewat juga) – materi di kelas – buka puasa – Sholat Tarawih berjamaah – acara kelompok – apel malam. dengan kegiatan dimulai pukul 3 pagi dan selesai kira-kira jam 10 malem
Jadwal Sirine Selama Bulan Ramadhan
Bisa dilihat betapa padatnya jadwal acara, dan setiap pergantian kegiatan pasti dimulai dengan pembunyian *hayah bahasanya* sirine dari TOA yang meraung-raung sebanyak 3 kali dengan ketentuan, sirine pertama siap-siap, sirine kedua hati-hati, sirine ketiga harus sudah siap berkumpul. Banyaknya peserta tercatat ada 238 orang di wisma Bumi PPMKP, yang terbagi dalam 6 angkatan dari 31 – 36 yang berisi masing-masing angkatan sebanyak 40 orang dan saya kebagian angkatan 31. Nah setiap angkatan ini dibuat semacam pengurus kelas kayak ketua kelas, bendahara, sekretaris, dan seksi-seksi dan dari semua angkatan itu juga dibuat pengurus angkatan, mulai dari Ketua, wakil, Sekretaris, Bendahara dan Seksi-seksi, tuh coba dari mulai diklat aja udah diajarin birokrasi, yah begitulah memang kalo bekerja di pemerintahan birokrasi nya berjenjang
Setiap kelas wajib mempunyai daftar piket, si orang-orang yang piket ini tugasnya bangunin pagi, bunyiin sirine, nyiapin makanan di ruang makan, menyiapkan ruang kelas dan peralatan untuk belajar, menilai rekan kelasnya yang aktif dan yang tidak berdisiplin dengan cara menuliskan nomor absen orang tersebut. tiap kelas ada 5 orang yang bertugas piket menggunakan syal yang berwarna-warni sesuai angkatannya.
Materi di kelas mirip pelajaran PMP, PPKN, Sejarah, Kewarganegaraan ada 15 modul seperti team building, motivasi, pola pikir, ada juga mengedepankan materi tentang wawasan kebangsaan, manajemen perkantoran modern, percepatan pemberantasan korupsi, kerjasama tim, pokoknya materi-materi teoritis banget. tapi kalo beruntung mendapatkan widyaiswara *istilah kalo di PNS untuk Guru/dosen yang tugasnya mengajar/mendidik* yang kreatif dan tidak membosankan, seperti menggunakan slide-slide materi yang komunikatif, sampai bawa speaker sendiri, ada musiknya, pokoknya metodenya lain. bukan seperti biasa belajar-mengajar yang duduk mendengarkan pengajar ngomong, dan ternyata ada salah satu widyaiswara yang merupakan pencipta lagu salah satu band, yaitu Bapak Hanny, dia yang menciptakan lagu “Hujan Kemarin” yang dinyanyikan oleh TAXI band, tak pelak si bapak widyaiswara itu menceritakan proses latar belakang lagu itu yang diinspirasi kisah nyata dia waktu dahulu, dan didaulat untuk nyanyi di kelas.
Selain itu selama materi akan dipastikan di kelas akan ada ngantuk berjamaah, apalagi di bulan Ramadhan, godaan mengantuk akan terasa apalagi mendapatkan widyaiswara yang presentasi cuma ngomong di depan kelas, obat gosok dan minyak angin menjadi obat ampuh untuk mengusir kantu.
Seru juga sih ternyata prajabatan itu, materi lainnya seperti, senam kita harus bisa senam poco-poco, Peraturan Baris Berbaris (PBB), menyanyikan lagu Mars Prajabatan dan Korpri, menghapalkan Panca Prasetya Korpri karena pada saat apel pagi dan malam harus dibacakan tanpa text. Menjelang akhir makin deg-degan karena akan ada ujian akhir yang beruap ujian tertulis dan ujian praktek, kalo ujian tertulis sih gampang tinggal menghapal tapi ujian praktek berupa senam poco-poco dan Peraturan baris Berbaris yang agak susah, meskipun dikerjakan secara kelompok.
Sebelum penutupan diadakan malam keakraban yang menampilkan kreatifitas setiap angkatan, kelompok saya sepakat menngadakan kabaret parodi Ande-Ande lumut ikut Prajab, dan saya kebagian peran sebagai “bejo” seorang abdi dalem, dengan persiapan minim cuma sehari semalam, dan saya yang bertugas sebagai music director membuat score music dan mixing rekaman dialog, beruntung dengan modal darurat pake Software audacity Drama musikal itu pun jadi, dan sukses dalam pementasannya.
Yah pada akhirnya saya bisa melewati semuanya dan lulus mendapatkan sertifikat, sungguh pengalaman 3 minggu yang tidak bisa dilipakan, terkadang saya kangen suara sirine yang pagi-pagi membangunkan menu makanan yang itu-itu saja digilir tiap hari, dan semua kisah-kisah dari cerita cinta, sedih, senang, cemas, kebersamaan, kekompakan melebur semua.
Angkatan 31 Luar Biasaaaa………























ada ujian prakteknya? dicantumin di sertifikat kah?
iya praktek, baris berbaris dan senam poco-poco, di sertifikat cm penilaian secara kualitatif kaya, baik, baik sekali, terbaik
kalo jaman saya tahun 2006 kemarin mah nggak ada ceritanya kepala plontos gituh, hehehehehe