dot (.)

28 06 2009

sebuah titik jika terus di sambung menyambung akan menajdi sebuah garis, jika garis itu disambung – sambung akan menjadi sebuah bentuk, jika bentuk – bentuk itu disusun sedemikian rupa akan menjadi sutu objek yang bermakna, tersadar semua ini dibangun dari hal yang paling sederhana, dan melalui beberapa  proses

proses ini lah yang menentukan berapa lama objek ang terbentuk itu selesai





Sebuah Jiwa

24 05 2009

Belakangan ini jiwa seorang blogger gw seakan terampas, bukan karena rasa malas yang mendera, tapi gw terlalu dimanja oleh kehebatan facebook yang mengakibatkan terbengkalainya si momento mori ini

jiwa seorang blogger biasanya timbul setelah adanya semangat untuk menulis, bisa dimana aja, di rumah, di kantor, di perjalanan, dimana aja, tidak perlu laptop yang mahal, atau PC desktop yang mumpuni untuk menuangkan ide tulisan, cukup semua di rekam di kepala kita terlebih dahulu, baru kemudian kita salin ketika kita sudah mendapatkan koneksi untuk ber online ria

situs jejaring facebook memang sungguh sangat dahsyat menyihir semua orang untuk berlomba – lomba online, mengupdate status agar tidak ketinggalan berita terbaru

disinilah bedanya, media blog lebih luas lagi untuk menuangkan ide dengan panjang lebar, meskipun di facebook sendiri ada fasilitas notes, tapi memposting suatu konten di blog merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk memperlihatkan eksistensi diri

we are bloggers….





Dony Reza’s Mind…

11 05 2009

Gelo maneh, nitah urang mikir…heu3x. Tapi engke ku urang dicoba ditulis. Ide bagus **

( Gila lu, nyuruh gw mikir..heuheuheu, tapi nanti gw coba tulis.Ide Bagus..)

From: Dony Psycho

10:12pm 19-Dec-06

Begitulah isi SMS dari sobat gw dony reza, ketika gw “nantang” dia untuk sharing masalah yang gw gak tau kenapa gw pengen banget nantangin dia, yaitu arus kehidupan. gw tanya “Dalam menjalani hidup apa kita mengikuti arus kehidupan ato kita sendiri yang membuat arus kehidupan itu?”

Jawaban dari sobat gw itu ternyata hebat banget gak nyangka bakal di jawab panjang banget (seperti biasa itu udah jadi habitnya dony..:P) disini mau gw konfrontasikan dan gw studi komparasi ama pendapat gw jawaban pertama yang keluar dari dony adalah TERGANTUNG… (kenapa sih gw selalu berurusan dengan kata ini), lengkapnya : tergantung bagaimana kita memandang kehidupan itu. Kalau kita berpikir bahwa kehidupan adalah seperti perjalanan dari hulu sungai menuju lautan, maka jadilah bagian dari sungai atau lebih tepatnya jadi AIR itu sendiri, niscaya kita tidak akan tersesat dan sampai ke tujuan.

Namun, resikonya adalah kita tidak bisa menolak dengan apa yang “pasti” terjadi, jalur yang berkelok-kelok, menabrak batu besar, turun ke jurang, ada saat tenang, ada saat ber-riak, kita tidak bisa berbuat banyak di sana. Tidak peduli apakah kita sudah lelah atau tidak, apakah kita suka atau tidak, mau atau tidak mau, arus sungai akan membawa kita, bahkan terkadang arus menyeret semakin cepat membawa kita.

Sesekali mungkin kita bisa mendapatkan ‘hiburan’ dengan ‘dibelokkan’ untuk mengairi sawah. Itu nasib yang akan kita rasakan jika kita menjadi bagian dari sungai. Dan lebih parah lagi, mungkin kita tidak akan bisa mencapai tujuan atau bahkan lebih lama mencapai lautan karena terhalang bendungan, atau karena ketika masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan, lalu berakhir menjadi kucuran air kencing sebelum akhirnya bergabung kembali dan mengotori ’saudara’ se-air pada aliran sungai tersebut. Meskipun kita sampai tujuan, satu hal yang pasti, kita tidak sebening seperti pertama kita memulai perjalanan. Di tengah jalan tercampur limbah, tercampur sampah, bangkai hewan, kotoran manusia dan berbagai jenis penyakit terbawa sampai tujuan. Lebih mengenaskan lagi, kita lah ‘penyebar’ kotoran itu. mungkin kita sudah tidak mengenal diri kita sendiri yang sudah terkontaminasi berbagai jenis kotoran tersebut.

Namun, lain hal-nya jika kita tidak menjadi bagian dari sungai tersebut. Katakanlah kita manusianya. Kita bisa saja berjalan di pinggir sungai, arus sungai tetap kita jadikan patokan, sehingga kita tahu kemana arah sungai tersebut. Dengan tahu nya arah sungai, mungkin kita bisa memotong jalan untuk mencapai ke suatu titik lebih cepat, tanpa perlu melalui jalan yang berkelok-kelok, menabrak batu besar, atau bendungan sekalipun. Namun, tidak berarti jalur yang kita ambil tanpa hambatan atau gangguan, bisa jadi jalur yang diambil lebih berat dan menyulitkan, namun pencapaian ke titik tertentu bisa lebih cepat, tidak perlu berputar-putar. Atau jika perlu kita membuka jalan baru sendiri, agar suatu saat orang lain bisa mengikuti jalur yang kita buat. Bisa jadi, kita lah yang membelokkan aliran air untuk mengairi sawah ketika melihat sawah yang kering.

Selain itu, kita bisa lebih leluasa untuk menentukan kapan kita istirahat, kapan kita melanjutkan perjalanan, atau sekedar menikmati pemandangan di sekitar, atau sesekali kita menikmati berenang dan berarung jeram ria di sungai tersebut. Dengan menjadi bagian dari sungai, kita tidak bisa melakukan hal itu. Meskipun, bisa saja terjadi, ketika kita memotong jalan, kita menemukan perkampungan dimana ada wanita cantik di sana dan kita tergoda untuk kemudian tinggal di sana, sampai akhirnya kita lupa dengan tujuan kita. Sama juga, kita mungkin tidak sebersih seperti ketika memulai perjalanan, namun kita bisa meminimalisir tingkat kekotoran yang menempel pada tubuh kita, toh kita masih bisa mandi untuk membersihkan diri. Bandingkan dengan jika kita menjadi air sungai yang tidak bisa menolak apa pun yang dibuang kepadanya.

—————————–

Ya menurut gw kalo hidup kita ini mengalir mengikuti arus yang ada kita pasti dapat mencapai tujuan kita walaupun sebenarnya juga tujuan itu bukan merupakan yang kita harapkan tapi karena kita “TERBAWA” arus itu dan akhirnya sampai tujuan, kita DIBENTUK secara otomatis dalam proses perjalanan aliran AIR itu. bisa dibilang nasib kita, kita gantungkan pada perjalanan nanti yang akan terjadi, karna kita hanya bisa ikut saja, walaupun sebenarnya tujuan akhirnya sudah kita tentukan

Sedangkan kita menjadi manusia yang melihat aliran air itu, dan tak ingin “MENGALIR BEGITU SAJA” tentu kita punya rencana tersendiri, artinya semuanya kita yang atur mau apa kita nanti, sudah kita rencanakan sebelumnya. tapi resikonya tetap tujuan akhir bisa kita capai atau pun juga bisa gagal, tapi ada catatan bahwa kita mencapai tujuan itu dengan cara dan jalan kita SENDIRI

Ada analogi lain yang sobat gw itu kemukakan dan menurut gw, gak kepikiran sama sekali ama gw

——————–

Contoh lain adalah ketika kita mau mencapai suatu tempat, ada beberapa cara, mau naik angkot, jalan kaki, naik motor atau apalah, yang penting sampai. Kalau naik angkot, kita sudah pasti mengikuti jalur yang sudah ditentukan, mau macet, mau tidak, mau lambat ataupun cepat, pokoknya lewat jalur itu. Misalkan kita kesal karena sopir angkot ngetem menunggu penumpang sampai penuh, atau belok isi bensin dulu, bahkan mogok sekalipun, kita tetap tidak bisa berbuat banyak, kecuali kita sopir angkotnya. Selain itu, kita harus membayar pula, berdesak-desakan, dan terkadang harus ribut dengan sopir angkot tersebut gara-gara masalah ongkos, belum lagi kalau ada copet. Lain halnya kalau kita naik motor atau jalan kaki, tidak ada aturan yang mengharuskan kita mengikuti jalur yang sama dengan angkot tadi. Mau isi bensin dulu, mau makan dulu, kita bisa sangat menikmati perjalanan itu.

Jika kita memandang kehidupan seperti belantara hutan yang tidak pernah terjamah oleh manusia, dan kita tidak pernah tahu ada apa saja di dalamnya, maka kita memang harus menjadi pembuka jalan jika ingin keluar dari hutan tersebut. Pada saat itu, mungkin intuisi atau naluri kita yang lebih banyak berperan, membaca tanda-tanda alam, bersahabat dengan alam sekitar, atau menjadi bagian dari alam itu sendiri untuk bisa beradaptasi dan tetap bertahan hidup. Sebab jika tidak seperti itu, maka kita akan berada di hutan itu selamanya dan menjadi ’santapan’ alam.

——————-

GILA gw gak bisa komentar untuk yang ini bener-bener analogi yang bagus.

Nah intinya sekarang kita harus MEMILIH (dan berurusan lagi dengan kata ini), pilihan kita sendiri untuk menjadi bagian dari arus kehidupan, atau membuat arus sendiri. Arus kehidupan seringkali menyeret kita sangat cepat, bahkan di saat kita tidak siap sekalipun. Sedikit sekali orang yang mau membuat arus sendiri, karena memang bukan pekerjaan yang mudah. Orang lebih tertarik untuk mengikuti arus yang ada, meskipun belum tentu arus tersebut membawa ke arah yang benar. Dan arus kehidupan juga mudah sekali dikendalikan oleh mereka yang berkuasa. Konsekuensinya, sebagai bagian dari arus kehidupan, kita harus mengikuti arus itu, meskipun kita tidak pernah tahu arus itu membawa kita kemana. Lain halnya dengan orang-orang yang memiliki arus sendiri, jalur sendiri, jalan sendiri, mereka tidak akan terpengaruh dengan perubahan arus yang ada, meskipun mereka harus tersisih. Namun satu hal yang pasti, mereka boleh bangga karena bisa membuat jalur kehidupan sendiri yang suatu saat mungkin akan diikuti oleh orang lain.

Tapi sekali lagi itu semua TIDAK MUDAH ataupun selancar apa yang gw utarakan.
Kesimpulan gw SETIAP ORANG MEMILIKI JALAN MASING – MASING DAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MENENTUKAN JALAN ITU

Dan satu lagi jawaban dari sobat gw Dony, ARUS KEHIDUPAN BISA SANGAT KEJAM, sahabat……..

Alhamdulillah…

With Me, Mr looking-for-the-answer

The Kredit :
# Thanks to Sobat gw Dony,I appreciate that
# ** Bahasa dan ejaan sesuai dengan bahasa aslinya mengikuti SMS yang gw terima





Batagor Goes To SLB BC YPLAB Banjaran : Seberapa Beruntungkah Kita ?

21 04 2009

Hari Sabtu tanggal 18 April kemaren Alhamdulillah Komunitas Batagor (Bandung Kota Blogger) mengadakan acara charity yaitu menyumbangkan alat2 musik ke SLB BC YPLAB Banjaran Jl Sindangpawon Kec Banjaran Kab Bandung, sekolah ini mendidik siswa yang menderita cacat Tuna Netra (A), Tuna Rungu (B), Tuna Grahita (C) dan Autis (C1), Tuna Daksa (D) dan tidak menutup kemungkinan untuk anak jenius/ kelebihan IQ atau Indigo.

resize-of-p1070352

Berkumpul di BIP jam 8 pagi, gw tau jamnya pasti ngaret, betul saja gw kira jam 8.15 gw sampe langsung cabut, tp molor hingga 2 jam hehehe. sampe di Banjaran yang panas kita disambut oleh pembacaan deklamasi anak tuna rungu (bisu-tuli) yang bernama intan, Subhanallah, gw langsung terdiam ketika intan susah payah membacakan deklamasinya, yang sama sekai tidak gw mengerti,  gw sadar gw dan teman2 batagor lainnya masih beruntung memiliki panca indera yang normal.

resize-of-p1070362Beruntung Ibu guru kepala sekolahnya menerjemahkan apa yang intan bacakan, setelah itu kita diamu kupat tahu khas Banjaran, yang menurut gw enak, hampir sama seperti kupat tahu kesukaan gw, tapi lebih cair bumbunya seperti kuah

resize-of-p1070427

Sambil menikmati kupat tahu kita di hibur oleh eka salah satu anak didik SLB yang menderita down syndrom, tarian jaipongnya sungguh menarik, membuat kita terhibur

resize-of-p1070406Donasi yang terkumpul lumayan banyak, 1 keyboard Yamaha, angklung, gitar akustik dan buku2 komik, gw & Batagoris mengucapakan terima kasih banyak kepada yang memberikan donasi semoga mendapat balasan lebih dari Allah SWT.

Donatur :

- Toko Cahaya Keramik IBCC

- Perhimpunan Alumni Jerman

- Temennya Opie

- Temennya Mbak Sahsya

See u at next even BATAGOR.NET

Cerita lain

Bayu

Opie

*Foto2 diambil dari hasil jepretan awak batagor : yudha, wirawan, aki herry





Next Event Batagor.net : Baksos ke SLB A/B/C Banjaran Bandung

6 04 2009

Setelah sukses dengan Gardu Lantu I dan II yaitu makan bareng anak – anak  Yatim Piatu di Bandung (belum sampai semua Panti Asuhan), kali ini Komunitas Blogger Bandung alias Batagor mengadakan baksos kunjungan ke SLB A/B/C Banjaran yang terletak di Jalan Sindang Panon Banjaran. Rencananya kita mau memberikan sumbangan berupa alat-alat musik. Jadi adik2 kita disana itu ingin sekali belajar musik, tapi mereka nggak punya fasilitasnya.

Selain acara Bakti sosial ada hiburan dari  Band The Dreamers yang akan akustik perform bareng adik – adik dari SLB, Lalu apa yang bisa kita lakukan ? Sumbangan tentu nggak pernah salah, bisa berupa uang tunai, bisa juga berupa alat musik akustik. Yang dimaksud akustik adalah, alat musik seperti gitar, pianika, decoder, organ dll

Donasi berupa uang tunai bisa ditransfer ke rekening sbb ;

  1. BCA a.n Herry Constadi no A/C : 233-1591-451
  2. BRI a.n Marla Ruby Quintine no A/C : 0384-0-1000-542507
  3. Mandiri a.n Amalia Mustikasari no A/C : 131-000-4619872

Buat yang mau ikut kunjungannya, kita ngumpul jam 8 pagi, tanggal 18 April di depan Bandung Indah Plaza aka BIP Jalan Merdeka ya. Buat yang perlu informasi lanjut mengenai SLB A/B/C Banjaran, bisa langsung menghubungi kepala sekolahnya, Ibu Uci di 081322111731.

Ditunggu Partisipasi dari semuanya ya

Posting lainnya :

Mbak Sahsya

060420092310Rapat kecil di RK tadi sore





Gado – gado RM Angkasa Porsinya itu loh

4 04 2009

Udah lama ngidam pengen gado – gado tengku angkasa akhirnya kesampaian beberapa waktu lalu, denan ditemani oleh beberapa teman, Gado – gado ini menu andalan dari RM Angkasa disamping itu ada menu nasi rames, tp karena saya udah ngidam akhirnya pesen 1 porsi gado – gado ditambah nasi

260320092237

Saya kaget ternyata porsinya itu loh sangat besar, sangat sesuai dengan selera saya, jika ingin memakai lontong juga bisa sebagai alternatif selain nasi

resize-of-260320092240

Selain gado – gado ada menu lainnya seperti nasi rames yang disajikan prasmanan, ayam bakar, soto ayam dll

resize-of-260320092243

Tempatnya sejuk banget, karena berarsitektur rumah jaman dulu, dengan rindangnya pepohonan, jika jam makan siang tempat ini selalu penuh

resize-of-260320092244

Lokasinya berada di Jalan Tengku Angkasa No 37 Bandung, daerah jalan Dipatiukur, masuk dari jalan Teuku Umar sesudah Unpad, lalu belok ke kanan, kalo kalian ngidam makan gado – gado seperti saya coba ke sana pasti ketagihan





Berkunjung Ke Hotel Aston Bandung : Feel Like Living in Your Own Place

26 03 2009

Pada hari Jumat minggu kemaren, saya berkesempatan berkunjung tour keliling Aston Bandung Hotel & Residence, bersama para Batagoris lainnya, yang berada di tempat historis kota Bandung yaitu di Jl. Braga No. 99-101. tempatnya bersatu dengan mall Braga City Walk. Sebenarnya ada satu lagi group hotel Aston di bandung yaitu Aston Tropicana Hotel & Plaza di Premier Plaza Jl. Cihampelas 125 – 129 Bandung

resize-of-170320092136

Hotel Aston Bandung di Braga City Walk ini mengusung tema Art Deco dengan banyaknya lukisan – lukisan di koridor dan setiap ruangan utama, sangat klasik, saya pun bertanya apakah setiap grup hotel Aston memiliki tema yang sama, menurut salah seorang petugas hotel, setiap hotel Aston memiliki tema tersendiri tergantung masing – masing hotel di setiap daerah, dan itu merupakan keputusan bersama manajemen hotel dan owner untuk setiap hotel Aston

200320092197

Fasilitas kamar yang ditawarkan oleh Aston Bandung Hotel & Residence sangat lengkap mulai tipe kamar studio, superior, Deluxe, Executive, suite sampai model condotel atau condominium hotel

n597673072_1555924_4202546Untuk tipe kamar Studio tersedia single bed, sedangkan untuk Superior dan Deluxe tersedia sing dan twin bed, fasilitas lainnya adalah kamar mandi yang lux dan TV, cocok untuk personal yang sedang dalam dinas di kota Bandung atau jika anda bersama seorang teman

n597673072_1555925_7169663

Untuk tipe kamar Executive tersedia double bed, dengan fasilitas yang lebih lengkap lainnya seperti TV dengan sebuah Sofa

n597673072_1555927_7317486

Tipe kamar suite tersedia dengan 1 Queen Size Bed, cocok bagi pasangan yang sedang berbulan madu atau keluarga kecil

n597673072_1555928_114063

Sedangkan untuk condotel atau condominium hotel, bagi yang belum paham condominium hotel itu seperti apartemen yang terdiri dari 2 atau 3 ruangan kamar tidur, dapur dengan kitchen set dan living room untuk semua keluarga berkumpul

200320092182

Di setiap pintu kamar terdapat peta untuk keadaan darurat, sebelumnya di lobby para tamu hotel diberi penjelasan oleh petugas hotel tentang safety procedure jika terjadi bencana dan peralatan yang digunakan

n597673072_1555926_2617661

n597673072_1556000_2917364

Selain fasilitas kamar yang lengkap Aston Bandung Hotel & Residence juga memiliki fasilitas lainnya seperti Meeting Room, dengan berbagai pilihan tipe yang fleksibel kapasitasnya sesuai kebutuhan, meeting roomnya antara lain Walatara, Palamarta, Kamarasan, Kulawangsa dan Arimbawa dengan include facility standar meeting room seperti coffee break, snack, seminar tool kit, sounds systems, overhead projector, screen dan Broadband internet connections

Ada lagi Business Center, dengan fasilitas yang super lengkap, ada tempat pertemuan dengan kapasitas 12 orang, internet cafe, Secretarial services, fax, typing, translate

Untuk Coffe shop ada “Tos Raos” mengambil istilah bahasa sunda yang artinya sudah enak, menawarkan menu indonesia dan internasional disebelahnya ada fasilitas Swimming pool yang eksotic lengkap dengan bangku – bangku berpayung

n597673072_1556007_5232800Yang unik Aston Bandung Hotel & Residence di jalan braga ini merupakan anggota dari Asosiasi Green Hotel sejak 2008, mengkampanyekan kepada seluruh karyawan dan tamu hotel tentang peduli lingkungan, salah satu caranya yaitu dengan memasang poster – poster tips ramah lingkungan di tempat – tempat strategis hotel, dengan konsep green hotel ini diharapkan mampu mengedukasi baik karayawan maupun tamu hotel yang berkunjung tentang kepedulian terhadap lingkungan

n597673072_1556011_2945930Selain itu hotel aston bandung ini juga sudah menerapkan saving energy untuk isu global warning yaitu program penghematan energi dengan memaparkannya pada salah satu poster

n597673072_1556012_7285515

Demikian pengalaman saya berkunjung ke Hotel Aston Bandung di Braga City Walk ini sungguh pengalaman yang tak ternilai. YOU’RE ASTONIZED….

n597673072_1555812_1518540

untuk Informasi lebih lengkap lagi dapat menghubungi :

Aston Bandung Hotel & Residence

Jl. Braga No. 99-101 Bandung 40111 – Indonesia

Telp : +62-22 844 60000
Fax : +62-22 844 60100
Email : info@astonbandung.com

www.astonbandung.com






Jika Blogger Memilih Pasangan

21 03 2009

Sebenanrnya konteks tulisan ini gak ada hubungannya ama pengalaman pribadi, tapi cuma membayangkan apa yang terjadi jika blogger memilih pasangan  berdasarkan kriteria berikut

1. Sesama Blogger

sudah pasti isi blognya menceritakan kegiatan bersama sang kekasih, ataupun curhat – curhat, mengungkapkan perasaan lewat postingan dengan me-link back ke blog pasangan kita, serasa dunia blogosphere milik berdua. sangat ideal untuk yang sedang membina long distance relationship. cuma jangan kaget bila yang ngisi komentar dari pasangan kita terus, foto avatar sudah pasti diganti dengan foto berdua

2. Non Blogger

ada enaknya ada enggaknya, enaknya jika kita posting ungkapan isi hati kita, gak langsung diketahui oleh pasangan kita, apalagi pasangan kita yang gaptek internet, jangankan blog, mungkin YM aja gak tau, enaknya lagi pasangan kita yang non blogger merasa tersanjung bila isi postingan menceritakan kisah dia, atau kita persembahkan hanya untuknya

3. Facebooker

yang ada malah buka facebook tiap hari bukannya buka blog pasangan kita, gak peduli kita posting apa di blog, yang dia tanya paling “yank, foto yang kemaren udah di tag blum?”

4. Chat mania

pasangan kita yang sering chatting, pasti bentar2 nge-buzz kita supaya bisa chatting bareng, meskipun kita sudah dalam MODE invisible, kalo udah begini pasti si blogger yang menumpahkan isi kekesalannya di postingan dia

5. Gaptek Internet

Untuk pasangan ini, lebih baik kamu kasih ke dia buku pengenalan internet atau suruh buka situs – situs tutorial, kelebihannya bila pasangan kita gaptek internet, adalah kalo ngedate pasti di warnet atau tempat hotspot sambil ngajarin dia, tapi gak ada ruginya kan yang penting selalu bersama





Nonton film kambingjantan : 2 bintang deh dari 5 bintang

12 03 2009

Long week end kemaren kakak gw balik dari 021, dan kebetulan adik gw pengen nonton si kambing jantan ya udah nonton kambingjnatan di BSM, gw udah over excited ajah cerita si raditya dika ini ditumpahkan ke dalam film, setelah gw baca blognya dan punya beberapa buku dan komiknya.

Pas awal film mulai muncul kelucuan – kelucuan yang emang gw harapin banget, nampak setiap karakter emang sesuai dengan cerita, tentang bapaknya yang pecinta kolor, adiknya edgar yang suka pup di celana, dll. nah begitu udah ketemu ama pacarnya si kebo, mulai ceritnya beranjak ke arah film drama yang sok sok romatis, meskipun dibumbui adegan – adegan komedi, seperti ketika radit menelepon si kebo, di analogikan mereka duduk satu meja panjang dengan hiasan bulan di jendela.

Tak lama berselang mulai adegan – adegan dialog yang membosankan dan bikin ngantuk, akting raditya dika memang terasa kaku, maklum dia memang bukan pemain film, tapi menurut gw ini film bisa lebih baik lagi, tapi gw cukup terhibur dengan kehadiran edric candra yang berperan sebagai harianto, jenaka juga aktingnya.

Pada akhirnya memang film ini ingin menyampaikan suatu pesan yang menurut gw bagus tapi agak dipaksakan, yaitu cerita tentang mimpi dan keinginan seseorang untuk mencapai cita- citanya, mungkin karena gw udah tersihir oleh cerita konyol di blog atau di bukunya sehingga tidak sesuai apa yang gw harapkan, yang gw berharap sih ada cerita tentang si mbip, trus cerita konyol lainnya, terserah sih, silahakn tonton dan nilai sendiri





Proses Penggeblegan

1 03 2009

Ada seorang gebleg, sedang berjalan – jalan mengendarai sepeda motornya yang gebleg, memutari kota gebleg, mencari sesuatu yang gebleg. di tengah jalan dia mengalami kemacetan, dia sadar itu bakal membuang waktunya yang gebleg, “huh, gebleg maceet” kata orang itu sambil memaki sesuatu yang dia rasa gebleg tak ada gunanya

Akhirnya lalu lintas yang gebleg itu dapat berjalan gebleg kembali, setelah melewati suatu perempatan yang gebleg, orang itu berbelok ke jalan yang gebleg untuk datang ke suatu gedung yang gebleg. Orang gebleg itu naik ke atas lift yang gebleg, membawanya ke lantai paling gebleg di gedung gebleg itu, memasuki ruangan gebleg beharap bertemu dengan orang – orang gebleg lainnya. Apakah dia bertemu dengan orang – orang yang gebleg, tentu saja tidak karena kegeblegannya itu hanya milik dia seorang, “gebleg, gak ketemu” dalam hatinya

Menyadari hidupnya sudah mulai gebleg maka dia memutuskan untuk terus bertahan di posisinya yang gebleg. Nasib dan kehidupannya yang geblegnya
membuat dia menjadi seorang gebleg dan tidak ada seorang gebleg pun yang mengerti maksud dari tulisan gebleg ini